Dia Bernama Fatimah

Bulan itu kebetulan bulan haji, ya bulan yang ke sekian kalinya para peziarah Makkah Al-Mukarromah mengumandangkan lafal "Labbaik .. Labbaik". Seruan berabad-abad yang lalu masih menggema sampai bulan haji ini. Seruan seorang nabi, menggema ke seantero belahan bumi masyriq wal maghrib.. dan seruan ini akan terus dan terus berlangsung sampai akhir zaman .. begitu merdu, bak sekuntum mawar menebarkan wanginya ke penjuru ruangan.

Tanah Haromamain, di tanah ini kedua sahabat dipertemukan untuk yang pertama kalinya. Mereka mencoba mengenal antara satu dengan yang lainnya.. berasal dari sebuah daerah yang sama, tanah air yang sama serta keyakinan yang sama.. akan tetapi tuhan baru mengizinkan mereka bertemu di tanah haromain. Persahabatan mereka tulus, persahabatan mereka diabadikan dengan diadakannya acara pertunangan diantara putra dan putri mereka. Mereka menyatukannya lebur menjadi satu.. Salah satu bernama Ali, dan yang lainnya bernama Fatimah. Bukan hanya kebetulan, ini memang sudah menjadi rencana tuhan. Ali kecil yang baru kemarin disunat yang baru saja mengenal apa itu hidup sudah cepat cepat di carikan jodoh. Si Ali yatim inipun hanya menurut. Sedangkan Fatimah, seorang santri putri yang baru menghatamkan bait bait Alfiyyah, bait yang sangat dia kagumi bait yang selalu menemani hari harinya, ia harus menjalani hidup baru... begitu berat bagi keduanya. Mereka berdua belum pernah bertemu, memimpikannya pun tidak.

Hari pernikahan pun sudah ditentukan, akad ijab qobul terucap tegas dan tegar dari mulut Ali kecil.. mereka menikah. Menikah atas dasar birrul walidain..

Hari berganti hari minggu diganti bulan dan bulan berganti tahun, waktu terasa cepat.. Mereka hidup bahagia. .. kebahagiaan meliputi kehidupan mereka berdua.. alhamdulliah merka berdua dikaruniai oleh rab anak sholeh dan sholehah.. tak ada kepatuhan yang dapat menandingi anak anak mereka ... MasyaAlloh.. Allohuakbar ...

Allah memang maha kuasa, sudah saatnya cinta mereka diabadikan, sudah saatnya keluarga mereka diuji, ya . Allah menguji mereka dengan sebuah penyakit kepada si Ali kecil sang kepala keluarga, tuhanpun mengizinkan Si Ali kecil untuk pulang dan menghadap tuhan, mempertanggungjawabkan semua yang pernah dilakukanya . Adapun si Fatimah harus berjuang meniti hari depan bersama anak anaknya ..

Fatimah .. kau bernama Fatimah
Fatimah kecil memang bukan Fatimah Azzahro

engkau Fatimah
bersuamikan Ali.. ya Ali, tetapi bukan Ali yang ada dalam kitab Tarikh..
tetapi Ali kecil dari tanah jawa..

Fatimah .. semoga engkau
dan semua keluargamu selalu
diberikan kemudahan

Semoga engkau Fatimah dipertemukan kelak
bersama Si Ali, sebagai pendamping yang abadi ..

amiiiin

Subscribe to receive free email updates: