Mau Nabrak Turis

Kota santri sore itu tampak ramai sekali, terlihat kanan kiri jalanan dipenuhi pedagang kaki lima dadakan, dari yang mulai jualan mainan anak sampai jualan segala macam aroma minyak mistik ada di sana. para petugas keamanan pun sibuk siap - siap bertugas tuk mengamankan jalannya acara nati malam. Selidik punya selidik ternyata nanti malam adalah malam istimewa, malam itu adalah Haulnya Almaghfurlah Mbah Yai Ali Maksum Krapyak Jogjakarta.

Terlihat pula di sebelah kiri jalanan sorang ibu beserta anak putrinya yang dipesantrenkan sedang asik berbincang-bincang mengenai perkembangan skripsi yang sudah lama dikerjakannya. Tak lupa seorang pedangan kaki lima menawarkan barang dagangannya kepada Ibu dan anak yang sedang asik berbincang tersebut. Pejalan kaki memenuhi jalanan, mobil motor semua berjalan dengan sangat pelan, sepadaku pun melaju dengan kecepatan 10 km/jam.

Penyambutan seorang saudara setibanya di tempat tujuan membuatku menjadi semakin mengaguminya. Senyum yang tulus wajah yang polos jabat tangan yang khas serta tuturkata yang halus membuatku menjadi lebih kerasan berlama lama di tempatnya. Segera setelah menyampaikan apa yang telah menjadi tujuan dan memnuhi sebuah janji lama yang alhamdulillah baru terpenuhi sudah saatnya berpamitan.

Dengan rute memutar sepedaku kali ini dapat melaju dengan kecepatan tinggi, kayaknya kalau diukur bisa nyampe 120 km/jam. Kampung turispun menjadi rute perjalanan pulang. memang tak salah orang di sini menamai jalan ini sebagai kampung turis, ya... kampung turisnya jogja. kanan dan kiri jalanan terdapat banyak turis yang berjalan kaki. Ada pula turis sedang menikmatil patung buddha berwarna perak yang tinnginya mencapai 2 meter, ada juga turis yang sedang bertransaksi dengan seorang tukang becak .

Memang sepedaku ini benar benar dengan kecepatan tinggi, tapi sayang kecepatan sepeda tidak diimbangi dengan peralatan pendaratan yang memadai ... alias rem rada blong .. Sehingga pas waktu ada seorang warga asing atau turis menyebrang jalan ketika itu pula aku mencoba pendaratan mendadak dengan kecepatan sangat tinggi dan rem rada blong .. Wah ngeri deh kalau dibayangin. Sambil menutup mata dan sedikit teriakanku akhirnya sang turispun sadar kalau dirinya sedang diancam bahaya .. dengan langkah cepat bagai kapas ditiup angin turis itu melesat menyebrangi jalan. Sang turis berkali kali meminta maaf dengan dialek inggrisnya. Sebenarnya tidak sepenuhnya kesalahan terletak padaku atau pada turis tersebut,. sehingga satu sama lain sama sama saling menyadari. Setelah kejadian ini cuma bisa tersenyum lebar karna telah terhindar dari bahaya... Alhamduliiah ...


Subscribe to receive free email updates: