Nasihat buat sepasang kekasih

Beberapa bulan yang lalu penulis menyempatkan diri menghadiri acara pernikahan paman. Memang bisa dikatakan bahwa keluarga dari ibu merupakan keluarga besar, sebab pamanku itu merupakan anak terakhir dari 13 bersaudara termasuk ibuku.

Acara pernikahan pun segera dimulai, grogi bercampur deg degan menghantui kedua mempelai. Lafal sakral itu telah di ucapkan dengan sangat lancar, acarapun di lanjutkan dengan doa bersama. Satu peristiwa besar telah tercatat di muka bumi ini, sesuatu yang sebelumnya harom telah menjadi halal.

Setelah do'a acara berlanjut yaitu nasihat buat sepasang kekasih yang telah mengikrarkan janji suci ..berikut kutipan nasihatnya :

"KUN DAARON, WALAA TAKUN AYYAMAN"

Sang pemberi nasihat itu pun menjabarkan kalimat diatas ,dia mengartikan bahwa "dadiyo siro ing manuk doro, nangin ojo dadiyo ing pitiek" maksudnya jadilah wahai kalian sepasang kekasih yang saling mengasihi dimanapun berada layaknya burung Merpati, akan tetapi janganlah kalian menjadi sepasang kekasih seperti kisahnya Ayam.

Sepasang kekasih yang telah sah dimata agama ini menggangguk-anggukan kepalanya .. tanda bahwa berjuta pertanyaan dari mereka akan terlontarkan ... sejurus kemudian sang penasihatpun meneruskan nasihatnya : kalian tahu burung merpati? burung merpati ini mempunyai beberapa kelebihan diantaranya yaitu sifat setianya kepada pasangannya.. sang jantan betapapun jarak yang harus di tempuh pejantan burung merpati ini pasti akan kembali dan mencari pasangan betinanya .. berbeda dengan sifat dari Ayam atau pitiek, sang jantan hanya bisa merayu dan merayu setiap hari tanpa mau tahu sudah berapa betina yang telah iya rayu .. dan masuk dalam rayuannya ...


Kemudian kedua mempelaipun baru memahami secara keseluruhan isi dari kaliamat diatas ..

Subscribe to receive free email updates: